Tjandra Limanjaya Dampak Covid-19 Terhadap Pariwisata
Investasi

Tjandra Limanjaya: Dampak Covid-19 Terhadap Pariwisata Indonesia

Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, situasi ini berdampak buruk bagi perekonomian nasional. Pengusaha Tjandra Limanjaya mengatakan bahwa ada beberapa bidang paling terdampak yaitu sektor ritel, pariwisata, dan manufaktur. Apalagi saat ini Indonesia melakakukan Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa-Bali dari 11 hingga 25 Januari 2021.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini membatasi sejumlah kegiatan dari bekerja, beribadah, bersekolah, hingga wisata. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menerbitkan aturan untuk pelaksanakan PSBB Jawa-Bali. Tertuang dalam instruksi MENDAGRI Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Menurut Tjandra Limanjaya, salah satu cara mengatasi pandemi Covid-19 dibutuhkan kerjasama dan kesadaran semua pihak. Baik itu dari pemerintah, warga harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Tjandra Limanjaya menjelaskan aturan pemerintah dengan membatasi mobilitas masyarakat, menutup tempat wisata dan hiburan memberikan dampak ekonomi terhadap sektor pariwisata.

Langkah tersebut dianggap tepat untuk meminimalkan angka kasus baru yang sampai tanggal 18 Januari 2021 mencapai 9.086.

“Langkah tepat pemerintah demi meminimalkan kasus baru 9.086 per 18 Januari 2021. Ekonomi pariwisata Indonesia pasti terdampak”, kata Tjandra Limanjaya

Tjandra Limanjaya Optimis kepada Pariwisata Indonesia   

Beliau mengatakan bahwa sempat membaca media bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memprediksi target kunjungan wisman tembus 4-7 juta pada tahun 2021. Hal ini disambut baik oleh Tjandra Limanjaya. Beliau mengapresiasi langkah Menparekraf Sandi untuk ekonomi pariwisata di Indonesia.

Saat ini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan tingkat hunian kamar hotel serta restoran menurun drastis sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Kebijakan baru demi memutus mata rantai Covid-19 dengan mewajibkan masyarakat yang menggunakan transportasi umum untuk menunjukkan hasil rapid antigen maupun PCR. Kebijakan tersebut berlaku baik transportasi darat, laut, maupun udara.

Kini, Tjandra Limanjaya menaruh harapan besar kepada pemerintah yang telah melakukan vaksin Covid-19 saat ini paling utama yaitu Tenaga Kesehatan. Vaksin Sinovac gratis untuk masyarakat sudah ditunggu walaupun masih ada yang pro dan kontra.

Tjandra Limanjaya: Pariwisata Indonesia Harus Bertahan

Setelah Vaksin Sinovac gratis untuk masyarakat Tjandra Limanjaya menyerukan bahwa pariwisata Indonesia harus bersabar. Memungkinkan bila sudah tidak ada lagi PSBB dan sudah di vaksin beliau yakin pariwisata akan hidup kembali. Tentunya dengan menjalankan semua protokol kesehatan yang berlaku.

Apabila semua sudah berjalan dengan baik dan normal kembali bukan tidak mungkin investasi sektor pariwisata juga akan banyak dilirik investor. Hal ini juga mulai dipikirkan banyak negara, investasi harus terus berjalan meski di tengah pandemi. Menurut Tjandra Limanjaya, dengan adanya investasi maka dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara.

Investasi pariwisata juga akan membuka lapangan kerja yang baru. Hal ini penting mengingat dampak dari pandemi Covid-19 banyak karyawan terkena PHK, sehingga mengurangi pengangguran.

Investasi pariwisata juga dalam program jangka panjang untuk memajukan negara. Selaku pengusaha dan investor yang telah berpengalaman, Tandra Limanjaya menyadari bahwa keuntungan besar jangka panjang akan diperoleh dan hal ini harus disadari oleh para investor domestik.

Investor harus lebih berani dan mengambil peran besar untuk kekayaan negara sendiri. Terlebih Indonesia Timur merupakan wilayah dengan potensi pariwisata yang sangat bisa dikembangkan menjadi destinasi dunia.