Harga batu bara dunia mengalami kenaikan signifikan setelah mencatat reli selama delapan hari perdagangan. Pergerakan batu bara dipengaruhi oleh kenaikan harga energi global, kekhawatiran pasokan di sejumlah negara, serta gangguan distribusi batu bara dari Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Jumat ditutup di posisi US$153 per ton. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 1,8% dalam satu hari dan memperpanjang tren penguatan hingga 10,5% dalam delapan hari terakhir.

Kenaikan harga batu bara Dunia menjadi perhatian karena harga telah mencapai level tertinggi sejak Desember 2023. Kondisi ini terjadi saat pasar energi global menghadapi tekanan pasokan dari beberapa wilayah utama.

Pasokan Indonesia dan China Dorong Kenaikan Harga Batu Bara Dunia

Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga batu bara dunia adalah berkurangnya pasokan dari Indonesia. Gangguan logistik terjadi akibat kondisi kekeringan yang menyebabkan penurunan muka air di sejumlah sungai utama Kalimantan.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pengangkutan menggunakan tongkang menjadi terbatas. Kapal tidak dapat membawa muatan secara maksimal karena kedalaman sungai yang menurun. Dampaknya, distribusi batu bara dari area tambang menuju pelabuhan mengalami hambatan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menyampaikan bahwa kondisi sungai dangkal mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara. Gangguan ini berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun pelabuhan.

Selain Indonesia, pasar batu bara China juga mengalami tekanan pasokan. Stok batu bara di Pelabuhan Qinhuangdao terus menurun karena pasokan yang masuk melalui jalur kereta api berkurang. Kondisi tersebut membuat pelabuhan mengalami kesulitan mengisi kembali persediaan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri.

Baca Juga: Harga Batu Bara Hari Ini Anjlok Akibat Turunnya Permintaan dan Gugatan Iklim

India Hadapi Tekanan Stok Batu Bara di Tengah Permintaan Energi

Lonjakan harga batu bara dunia juga berdampak pada kondisi pasokan di India. Stok batu bara pada sejumlah pembangkit listrik tenaga termal India mengalami penurunan hingga berada di bawah tingkat rekomendasi.

Berdasarkan data Central Electricity Authority (CEA), sejumlah pembangkit dikategorikan memiliki persediaan sangat rendah. Kondisi tersebut terjadi ketika kebutuhan listrik tetap tinggi dan distribusi pasokan mengalami gangguan akibat faktor cuaca.

Meski demikian, pemerintah India tetap melakukan pemantauan terhadap pembangkit yang mengalami keterbatasan stok. Pasokan batu bara masih terus diberikan untuk menjaga operasional pembangkit listrik.

Di pasar internasional, kenaikan harga batu bara juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak. Kedua komoditas tersebut memiliki hubungan substitusi karena dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif dalam beberapa sektor.

Namun, tidak seluruh pelaku pasar memperkirakan kenaikan harga akan berlangsung panjang. Berakhirnya periode konsumsi listrik tinggi pada musim panas di China dapat mengurangi permintaan batu bara pembangkit.

Harga Batu Bara Dunia mengalami penguatan akibat kombinasi faktor pasokan global, gangguan distribusi Indonesia, tekanan stok China, dan kebutuhan energi India. Perkembangan pasokan serta kondisi cuaca menjadi faktor penting yang akan menentukan arah harga batu bara berikutnya.

Demikian informasi seputar kenaikan harga batu bara dunia yang disebabkan oleh Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Subbali.Com.