IMF-World Bank 2018 Bali, membawa para investor yang ingin Investasi di NTT dan SulSel. Ivestasi tersebut yaitu Labuhan Bajo dan Parepare dengan nilai yang fantastis. Hal tersebut dikayakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Semadi saat di Bali.

“Ada dua investasi yang menggembirakan pasca pertemuan tersebut,” ungkap Budi Karya Semadi, Kamis (11/10/2018) sore di Bandara I Gusti Ngurah Rai disela kunjungannya melihat fasilitas baru yang dikembangkan oleh Angkasa Pura I di Bali ini khusus untuk IMF-WBG 2018.

Budi mengatakan, pertama yang dilirik oleh investor adalah investasi di NTT labuan bajo dan di Parepare Sulawesi Selatan. Terhadap dua daerah tersebut banyak Negara yang ingin berinvestasi di sana dengan nilai yang cukup fantastis.

“Negara investor tersebut di antaranya saya sebutkan ya ada Jepang, Korea, China, Australia, India dan Eropa. Nilainya kurang lebih Rp 10 triliun untuk wilayah-wilayah yang belum banyak terkoneksi transportasi udaranya ke banyak Negara, dan bahkan belum ada Bandar Udara. Seperti di Mandalika dan Kuala Tanjung,” paparnya.

Beliau menambahkan, sementara investasi bagi Bandar Udara yang sudah ada nilai investasinya mulai dari Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Termasuk juga pelabuhan-pelabuhan.

“Nilainya cukup besar tapi terlepas dari nilai investasi adalah satu langkah yang membuat mereka itu tertarik dan apa yang mereka ingin investasikan itu kita coba penuhi,” imbuh Menhub Budi Karya Semadi.

Diketahui, Negara-negara sahabat usai mengikuti meeting IMF-WB 2018 tertarik ingin berinvestasi di Indonesia. Seperti Investasi di NTT dan SulSel. Keesokan harinya beberapa investor itu ingin berjumpa untuk berdiskusi, ingin bertanya dan juga memberikan suatu catatan-catatan.

Menurutnya, ini kesempatan untuk menjelaskan apa program-program pembangunan yang akan dan sudah dilakukan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here