Forum Investasi Kalimantan Selatan digelar oleh PT Bakrie and Brothers Tbk, Kalimantan Selatan, Sabtu (11/8) siang. Diskusi forum investasi di hadiri Direktur PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN), AD Erlangga.

Diskusi investasi investasi, Erlangga mengatakan besarnya kekayaan sumber gas Indonesia sepertinya belum dimaksimalkan penggunaannya untuk industri yang ada. Ini tampaknya dikarenakan jaringan distibusi yang belum optimal sehingga banyak industri di dalam negeri yang tidak bisa memanfaatkan pasokan gas tersebut.

Berdasarkan masalah tersebut PT Bakrie and Brothers Tbk akan segera mewujudkan Jaringan Pipanisasi Gas Kalija II. Jaringan pipanisasi ini akan melewati dan menuju beberapa daerah termasuk di Kalimanan Selatan. Hal itu diungkapkan Direktur PT Bakrie Indo Inrastructure (BIIN), AD Erlangga pada acara Forum Investasi Kalimantan Selatan.

Forum investasi Kalimantan Selatan menyampaikan, Menurutnya pertumbuhan kawasan industri di daerah luar Jawa seharusnya diikuti dengan pasokan gas yang memadai melalui jaringan pipanisasi gas.

Menurutnya jika menghitung permintaan gas dilakukan berdasarkan realisasi penyerapan lima tahun terakhir, terdapat surplus gas nasional sejumlah 1.500 MMScfd. Berdasarkan hitungan ini, pemerintah diyakini masih dapat memenuhi kebutuhan gas domestik sampai tahun 2024 mendatang.

AD Erlangga pada sambutan di forum investasi tersebut mengatakan, di dalam negeri semakin banyak proyek gas yang akan beroperasi di Indonesia. Tapi persoalannya, lokasi gas tersebut jauh dari konsumennya. Akibatnya, industri-industri yang sesungguhnya sangat membutuhkan gas, tidak bisa memanfaatkannya.

Karena itu, keberadaan jaringan pipa gas akan menjadi sangat strategis untuk mengatasi ketimpangan tersebut. AD Erlangga memberikan contoh, Kalimantan yang sebenarnya masih membutuhkan gas dalam jumlah yang besar, saat ini belum didukung oleh jaringan pipa distribusi gas.

Menurutnya, PT Bakrie & Brothers Tbk melalui unit usahanya PT Bakrie Indo Infrastructure saat ini sebenarnya telah mematangkan rencana dan rancangan pembangunan jaringan pipa gas on-shore Kalija II untuk mendukung distribusi gas di Kalimantan.

“Akan membentang pada ruas Bontang di Kalimantan Timur, Takisung di Kalimantan Selatan atau sampai lokasi akhir konsumen gas, untuk memenuhi kebutuhan gas di Kalimantan,” katanya.

Jelasnya pada forum investasi Kalimantan Selatan, Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2018 telah membuka peluang bagi PT Bakrie & Brothers Tbk untuk menjadi trasporter sekaligus berniaga di jaringan pipa gas ruas transmisi Kalija II.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here