Bali salah satu pulau yang sangat kental dengan nuansa tradisi, budaya dan keseniannya. Masyarakat di pulau Bali juga sangat menjunjung tinggi adat dan keagamaannya. Aktivitas sehari hari masyarakat Hindu di Bali dengan tujuan mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Apa saja aktivitas kesehariannya?

Yang pertama yaitu, Mesaiban. Aktivitas mesaiban, setiap habis memasak sebelum makan, umat Hindu akan memotong kecil daun pisang dan ditempatkan di atas nampan.

Kemudian diberi nasi sukla (Nasi yang belum dimakan sehabis memasak) secukupnya dan lauk sukla (Belum dimakan) biasanya juga menggunakan saur, kacang dan garam. Setelah itu dihaturkan di setiap pelinggih dan pekarangan rumah sembari mengucap mantra persembahan serta ngayap.

Tujuannya adalah untuk mengucap rasa syukur atas berkah dan anugrah pangan yang diberikan Tuhan. 

Yang kedua yaitu, Mesodan. Aktivitas ini biasanya dilakukan pagi hari sebelum beraktivitas. Sembari menyeduh kopi, masyarakat Bali akan menyediakan cangkir kecil dan piring atau sejenisnya. Kemudian cangkir kecil diisi kopi, dan piring kecil atau sejenisnya diisi jajan.

Kemudian dilengkapi canang dan dupa, soda pun dihaturkan sembari mengucap mantra persembahan dan ngayap (Menggerakkan jari maju mundur). Sodan ini bisa dilungsur (Diambil kembali) saat siang atau sore. Aktivitas ini rutin dilaksanakan setiap hari.

Yang ketiga yaitu, Metading. Metanding merupakan aktivitas umat Hindu Bali yang sering dilakukan. Yakni membuat atau mengatur sesajen untuk keperluan upacara. Dalam aktivitas sehari-hari, umat Hindu Bali metanding canang atau membuat canang dengan jejaitan ceper atau daun pisang, sebagai wadah, ditambah berbagai bunga di atasnya.

Keempat yaitu, Mejajaitan. Mejejatian merupakan aktivitas membuat sarana upacara untuk keperluan keagamaan. Bahannya terdiri dari slepan (Daun kelapa tua), busung (Daun kelapa muda), Ibung (Sejenis daun mirip lontar) dan semat sebagai perekat yang dibuat dari bambu diiris kecil. Mejejaitan biasanya dilakukan oleh kaum perempuan.

Kelima yaitu, Mebanten canang. Aktivitas utama umat Hindu sehari-hari adalah mebanten canang. Hal ini wajib dilakukan sebelum melakukan persembahyangan. Biasanya aktivitas ini dilakukan di sore hari, kecuali saat hari suci tertentu. Sarananya berupa canang, dupa, tirta, sekar atau bunga yang dipasang di pelinggih, serta rarapan berupa biskuit kecil dan permen.

Aktivitas mebanten canang dimulai dari meletakkan canang, sekar, dupa, dan rarapan di pelinggih atau pekarangan rumah, lalu diperciki tirta dan diayap sambil mengucapkan mantra.

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh kaum perempuan saja, tetapi juga laki-laki. Setelah selesai baru persembahyangan dimulai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here